04 September 2008 | 03 Ramadhan 1429 H /
Print
/
Kirim
/ dibaca 48 kali
Pembahasan tentang niat terkait dengan ibadah ash-shaum terbagi menjadi dua pembahasan :
1. Hukum niat dalam shaum wajib, baik Ramadhan maupun shaum wajib lainnya seperti : shaum qadha`, kaffarah, maupun nadzar.
2. Hukum niat dalam shaum nafilah atau tathawwu’ (sunnah). Selengkapnya…
Oleh: admin : Di:
Risalah Ramadhan, dibaca 48 kali,
04 September 2008 | 03 Ramadhan 1429 H /
Print
/
Kirim
/ dibaca 34 kali
1. Hadits dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu , bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
(( إِذَا دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ، وَسُلْسِلَتْ الشَّيَاطِينُ ))
Artinya :
“Jika telah datang bulan Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu langit dan ditutuplah pintu-pintu Jahannam, serta dibelenggulah para syaithan. [Muttafaqun ‘alaihi] ([1]) Selengkapnya…
Oleh: admin : Di:
Risalah Ramadhan, dibaca 34 kali,
04 September 2008 | 03 Ramadhan 1429 H /
Print
/
Kirim
/ dibaca 37 kali
1. Hadits dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu , sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam berkata :
(( اَلصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ، وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتُ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْـتَـنَبَ الْكَبَائِرَ )) [رواه مسلم]
Artinya :
“Shalat lima waktu, Jum’at ke Jum’at berikutnya, Ramadhan ke Ramadhan berikutnya merupakan penghapus dosa-dosa selama masih meninggalkan dosa-dosa besar.” [HR. Muslim] ([1]) Selengkapnya…
Oleh: admin : Di:
Risalah Ramadhan, dibaca 37 kali,
03 September 2008 | 02 Ramadhan 1429 H /
Print
/
Kirim
/ dibaca 40 kali
6. Hadits Hudzaifah radhiallahu ‘anhu yang disebutkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dalam Shahihnya, Bab : Ash-Shaum Kaffarah, bahwasannya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam berkata:
فِتْنَةُ الرَّجُلِ فِي أَهْلِهِ وَ مَالِهِ وَ جَارِهِ تُكَفِّرُهَا الصَّلاَةُ وَ الصِّيامُ وَ الصَّدَقَةُ (متفق عليه)
Artinya :
“Dosa yang dilakukan seseorang karena terfitnah oleh keluarga, har Selengkapnya…
Oleh: admin : Di:
Risalah Ramadhan, dibaca 40 kali,
03 September 2008 | 02 Ramadhan 1429 H /
Print
/
Kirim
/ dibaca 41 kali
ementara Fadhilah (keutamaan) Ash-Shaum telah banyak disebutkan dalam berbagai hadits, baik fadhilah ash-shaum secara umum, maupun fadhilah shaum Ramadhan secara khusus. Dalam kesempatan ini kami akan menyebutkan beberapa di antaranya : Selengkapnya…
Oleh: admin : Di:
Risalah Ramadhan, dibaca 41 kali,
03 September 2008 | 02 Ramadhan 1429 H /
Print
/
Kirim
/ dibaca 52 kali
Ash-Shaum merupakan salah satu ibadah dalam Islam yang memiliki keutamaan yang sangat tinggi, serta memiliki berbagai faidah dan hikmah sebagaimana yang disebutkan oleh Asy-Syaikh ‘Abdurrahman As-Sa’di dalam tafsirnya tatkala menjelaskan firman Allah subhanahu wata’ala : Selengkapnya…
Oleh: admin : Di:
Risalah Ramadhan, dibaca 52 kali,
03 September 2008 | 02 Ramadhan 1429 H /
Print
/
Kirim
/ dibaca 38 kali
Sengaja kami letakkan bab ini, karena kami sering mendengar sebagian orang tua melarang anak-anaknya yang belum baligh untuk ikut bershaum di bulan Ramadhan. Dengan alasan karena mereka belum baligh dan dalam rangka menjaga kesehatan mereka. untuk itu kami akan menampilkan beberapa contoh dan teladan dari para shahabat Rasulullah r, sekaligus kami sertakan beberapa pernyataan para ‘ulama tentang hal itu. Selengkapnya…
Oleh: admin : Di:
Risalah Ramadhan, dibaca 38 kali,
02 September 2008 | 01 Ramadhan 1429 H /
Print
/
Kirim
/ dibaca 107 kali
Awal turunnya kewajiban shaum Ramadhan adalah pada bulan Sya’ban tahun kedua Hijriyah, atas dasar ini para ulama berijma’ bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam Selengkapnya…
Oleh: admin : Di:
Risalah Ramadhan, dibaca 107 kali,
02 September 2008 | 01 Ramadhan 1429 H /
Print
/
Kirim
/ dibaca 34 kali
Secara Etimologi / Lughawi
Secara lughowi (bahasa) Ash-Shaum (الصَّوْمُ) bermakna (الإِمْسَاكُ) yang artinya menahan. Atas dasar itu berkata Al-Imam Abu ‘Ubaid dalam kitabnya Gharibul Hadits :
كُلُّ مُمْسِكٍ عَنْ كَلاَمٍ أَوْ طَعَامٍ أَوْ سَيْرٍ فَهُوَ صَائِمٌ
“Semua orang yang menahan diri dari berbicara atau makan, atau berjalan maka dia dinamakan Sha`im (orang yang sedang bershaum).” [1]) Selengkapnya…
Oleh: admin : Di:
Risalah Ramadhan, dibaca 34 kali,
01 September 2008 | 29 Syaban 1429 H /
Print
/
Kirim
/ dibaca 84 kali
Al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi Lc
Taat kepada pemerintah dalam perkara kebaikan. Inilah salah satu prinsip agama yang kini telah banyak dilupakan dan ditinggalkan umat. Yang kini banyak dilakukan justru berupaya mencari keburukan pemerintah sebanyak-banyaknya untuk kemudian disebarkan ke masyarakat. Akibat buruk dari ditinggalkannya prinsip ini sudah banyak kita rasakan. Satu di antaranya adalah munculnya perpecahan di kalangan umat Islam saat menentukan awal Ramadhan atau Hari Raya. Selengkapnya…
Oleh: admin : Di:
Risalah Ramadhan, dibaca 84 kali,